July 9, 2019

Mengintip Bisnis Cristiano Ronaldo yang Bisa Kita Contoh!

Bisnis Cristiano Ronaldo – Saya setuju bahwa banyak hal positif dalam sepak bola yang bisa mendorong kita untuk berbuat baik. Sepak bola, meskipun hanya sekadar olah raga, tetapi dalam faktanya ia memiliki budaya yang menyebar ke berbagai penjuru dunia dan bisa dilihat oleh pengagumnya. Namun tak bisa dielakkan juga bahwa sang idola juga seriing kali mempraktikkan kehidupan yang buruk sehingga dikhawatirkan akan menular pada para fansnya, termasuk kita.

Artikel ini berusaha memberikan sisi-sisi positif dari para idola yang mungkin bisa memberi inspirasi pada para fansnya di Indonesia. Nah dalam hal ini penulis hanya ingin menyoroti usaha kreatif para idola rumput hijau di luar lapangan dalam mengumpulkan pundi-pundi uang. Dan saya rasa ini patut kita contoh dari mereka.

  • Bisnis Fashion

Bisnis fashion tidak akan pernah mati. Begitu kata orang-orang. Tapi nampaknya bisa kita benarkan saat ini. Sebab dalam praktiknya fashion mengalami perkembangan yang luar biasa. Baik dari baju, celana, celana dalam, topi atau tas sekalipun terus mengalami perkembangan luar biasa.

CR7 memiliki bisnis fashion berupa jins yang terkenal dan banyak dipakai oleh masyarakat. Ia menamai sesuai dengan namanya CR7 Denim yang secara marketing sebenarnya sangat membantu. Branding CR7 sendiri sudah begitu melekat di kepala orang-orang yang tahu tentang sepak bola. Dan konon dalam waktu dekat akan bisa dibeli di Indonesia. Harganyapun tak main-main. Satu jins sendiri dibanderol sekitar 500.000-1.500.000.

Kita bisa mencontoh dari kreativitas CR7 ini dengan mencoba memilih bisnis pakaian yang sedang trend di masyarakat. Tetapi coba pilih bisnis fashion yang sudah memiliki pasar seperti jersey futsal printing yang sedang menggejala di masyarakat. Segmentasinya jelas dan bisa diakses berbagai kalangan.

  • Bisnis Restoran

CR7 juga ternyata penggila kuliner, guys. Ia pandai memilih bisnis strategis yang sangat dibutuhkan oleh semua orang seperti restoran. Kabarnya Ronaldo bekerja sama dengan Rafael Nadal, Pau Gasol, dan Enrique Igleseas membangun restoran di Spanyol dan Inggris.

Nah kamu sebagai fansnya bisa saja berbisnis restoran dengan konsep yang disesuaikan dengan kebutuhan. Memang bisnis kuliner ini sangat menjanjikan jika dilihat dari kebutuhan masyarakat.

  • Sewa Jet Pribadi

Bisnis yang satu ini memang keren dan trend-nya juga terus naik: sewa jet pribadi. Bagi kita di Indonesia mungkin sangat asing. Gimana sik maksudnya sewa jet pribadi itu? CR7 memiliki jet pribadi yang ia sewa senilai 3.000 euro perharinya. Konon dari sini CR7 sudah mengantongi 1 juta euro dari keuntungan sewa jet. Gila, bukan?!

Kalau kita di Indonesia kira-kira apa ya yang cocok atau sesuai dengan usaha pria kelahiran Portugal satu ini? Hmmmm…mungkin jasa sewa mobil atau motor kali ya hehehe….tapi bisnis wisata seperti ini memang keren. Kalau ingin sedikit berkelas dan masih mengikuti CR7 ini bisa aja misalnya kita buka tour guide seperti paket wisata Jogja atau wisata-wisata lainnya. Bagi yang di Bali mungkin bisa buka paket tour bali dan siapa tahu Ronaldo mau bekerja sama secara dia pernah promosi hehehe…

Ternyata CR7 tidak hanya pandai menggocek bola di atas lapangan ya! Dia juga pandai berbisnis yang membuatnya menjadi salah satu atlet terkaya di Dunia.

July 1, 2019

Pelajaran Berharga Dari Milan

Nasib naas sedang menimpa AC Milan. Mantan klub Andrea Pirlo ini resmi didiskualifikasi dari ajang Liga Europa musim 2019-2020. Sebab musabab keputusan ini adalah pelanggaran yang dilakukan Milan sendiri atas aturan Financial Fair Play (FFP).

Duduk di posisi kelima Liga Serie A membuat Milan seharusnya bisa tampil pada pagelaran bergengsi itu. Sayangnya keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tidak bisa diganggugugat, dan Milan harus menerima keputusan untuk tak tampil di kasta kedua Eropa itu. Sebabnya jelas, Milan tidak mampu menyeimbangkan neraca keuangan klub pada periode 2014-2017 dan periode 2015-2018 di mana Milan masuk pengawasan khusus.

Milan konon mengalami kerugian di atas batas minimal yang ditetapkan yakni sebesar 30 juta euro. Dan hingga pertengahan 2019 Milan tidak bisa membuktikan apapun atas kerugiannya itu.

Salah Langkah

Kerumitan ini sebenarnya bisa dilacak dari manajerial AC Milan sendiri. Ketika Silvio Berlusconi gagal menjadi perdana menteri dan menjadi tersangka penggelapan pajak. AC Milan yang kala itu berada dalam masa krisis mendapat angina segar ketika Li Yonghong mengakuisisi klub.

Namun kedatangan Li Yonghong tidak memberi apapun. Justeru memberikan efek buruk karena Li Yonghong sendiri adalah figure yang bermasalah. Li Yonghong yang sebelumnya dikenal sebagai pengusaha fosfat di China ternyata hanya isapan jempol. Perusahaan yang diklaim Li, Guangdong Lion Asset Management, bukanlah miliknya. Uang yang dikeluarkan untuk mengakuisisi juga bukan uang pribadi Li. Proses akuisisi itu memang melalui Li tetapi perannya lebih pada hitam di atas kertas. Yang sebenarnya adalah bahwa Li meminjam dari Elliot Management, firma perusahaan Amerika Serikat. Mengapa demikian? Li awalnya ingin membeli Milan lewat pemerintah China yang memang sedang berinvestasi jor-joran di bisang sepak bola. Namun kondisi China hari ini tidak memungkinkan karena investasi luar negeri itu akan menimbulkan guncangan di Negara mereka sendiri. Jadilah Li membeli team yang sedang lama krisis itu dengan dana pinjaman.

Ancaman

Ada ancaman serius ketika mendapatkan hukuman seperti ini. Para pemain yang memiliki talenta akan berpikir ulang masa depannya. Tentu saja mereka tidak menolak mentah-mentah jika ada pinangan klub lain, seperi yang dialami Donaruma yang tengah dibidik rival mereka, Juventus. Dalam situasi seperti ini memang sangat sulit mempertahankan pemain. Faktor gaji, kesempatan bermain, dan gelar prestisius menjadi hal yang belum jelas di Milan.

Ini pelajaran berharga dari milan. Sebuah team yang sempat berjaya di tahun 90-an kini diancam krisis di berbagai lini. Bukan tidak mungkin hal yang sama juga akan dialami oleh klub lain. Apa yang melanda Milan membuktikan bahwa sepak bola hari ini –mau tak mau- adalah juga tentang manajemen sepak bola.

July 1, 2019
isu transfer coutinho

Jangan Jual Coutinho, Barca!

Gelandang serang FC Barcelona, Philippe Coutinho, menyatakan bahwa dirinya belum bisa menentukan masa depan di Barca musim depan. Belakangan ini santer terdengar rumor bahwa Cou (sebutan untuk Coutinho) akan hijrah pada jendela musim panas ini. Cou dikabarkan frustasi karena kesulitan menemukan permainan terbaiknya di Barcelona. Seperti dilansir Antara, dalam kurun waktu 15 bulan, Cou hanya diturunkan dalam 35 pertandingan di ajang Liga Spanyol.

Cou harus berbagi peran dengan kompatriotnya, Ousman Dembele, dalam melengkapi lini serang Barca, bersama Messi dan Suarez. Kekalahan dengan mantan klubnya di ajang Liga Champions kian menekan mental Cou karena pada saat itu ia menjadi starting.

Belum lagi isu kepulangan rekan karibnya di Brazil, Neymar Jr, ke Barca kian menekan Cou. Jika transfer Neymar itu terjadi kemungkinan besar akan mengorbankan Coutinho sebagai tawaran untuk PSG.

Meski demikian rencana kepulangan Neymar ini disambut positif oleh Cou. “Bermain dengan Neymar itu luar biasa. Dia adalah pemain bintang. Saya tidak tahu apa yang terjadi. Namun, ini selalu menjadi sumber kebahagiaan untuk bermain dengannya,” ujar Coutinho.

Coutinho pantas waspada karena jika Neymar pulang maka akan semakin minim kesempatan bermainnya. Sejarah mencatat bahwa trisula maut MSN (Messi-Suarez-Neymar) sangat subur dalam jumlah goal dan assist. Bahkan di tahun pertama mereka itu langsung menyabet treble winner. Fans juga akan mendukung trisula itu agar kembali bermain bersama.

Posisi Istimewa

Jika FC Barcelona ingin, sebenarnya tak perlu melego Coutinho dalam transaksi Neymar. Ada satu hal yang harus dipertimbangkan oleh Barca kepada satu pemain bertalenta ini. Coutinho memiliki kemampuan luar biasa yang sebenarnya dibutuhkan, bahkan ketika Neymar kembali ke rumah. Posisi ini sudah lama kosong dan sering kali menjadi pemecah kebuntuan.

Barca kerap kali kebingungan untuk menembus pertahanan lawan. Jika lawan mereka memiliki back-back tangguh tentu akan menjadi kendala. Inter Milan, Chelsea, Juventus adalah salah satu team yang pernah dihadapi Barca. Persis di sini posisi Cou dibutuhkan.

Coutinho memiliki tendangan luar biasa yang bisa mengirim ancaman pada gawang lawan. Selepas David Villa berlabuh ke Athletico Madrid praktis Barca tak punya pemain yang mampu memberi tembakan ke gawang. Pola tiki-taka Barca butuh pemain seperti Cou untuk menjadi pembeda.

Coutinho tak perlu bersaing dengan lini depan. Ia hanya perlu diposisikan di tempat yang sesuai seperti ketika bermain di Liverpool. Saya kira bermain di belakangan Neymar/Dembele adalah langkah yang tepat. Peran Andres Iniesta bisa digantikan oleh Coutinho.

Barca tentu akan menyesal jika ia menjual Coutinho dengan tergesa-gesa. Masih ada banyak alasan untuk memainkan Coutinho.